Kipas Angin VS AC, Sebaiknya Pilih yang Mana?

Tentunya terdapat kelemahan dan kelebihan baik dari kipas angin maupun AC.
Kipas Angin VS AC, Sebaiknya Pilih yang Mana?

Peralatan manakah yang lebih baik untuk mendinginkan ruangan? Apakah kipas angin atau AC?

Pertanyaan di atas sering ditanyakan oleh orang-orang karena kedua jenis peralatan tersebut memang digunakan saat cuaca sedang panas. Kedua jenis peralatan tersebut juga sangat mudah untuk ditemui karena banyak diminati oleh masyarakat.

Tentunya terdapat kelemahan dan kelebihan dari kedua produk tersebut. Kipas angin dapat digunakan saat cuaca panas karena bekerja untuk menganginkan udara, sehingga Anda akan merasa udara dingin dari kipas tersebut. Sedangkan AC bertugas untuk mendinginkan ruangan dengan mengubah suhu yang terdapat pada ruangan tersebut.

Lalu, apa yang harus Anda pilih? Apakah kipas angin atau AC?

Biaya

Jika dilihat dari biaya yang dikeluarkan maka kipas angin jauh lebih hemat dibandingkan dengan AC. Kipas angin hanya menggunakan sekitar satu persen listrik yang digunakan oleh AC, sehingga jika Anda menghidupkan kipas angin selama 24 jam, maka akan sama energi yang digunakan dengan menghidupkan AC kurang dari 15 menit.

Berbeda sekali bukan?

Selain dari biaya penggunaan energi, kipas angin juga tidak memiliki biaya perawatan yang tinggi dan dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan AC yang membutuhkan biaya perawatan rutin dan terkadang memerlukan bantuan teknisi.

Berbagai perawatan AC yang dilakukan yaitu pembersihan filter udara, saluran pembuangan, hingga evaporator. Belum lagi jika AC tidak dapat mendinginkan ruangan, maka bisa jadi terdapat masalah pada mesin AC yang memerlukan bantuan teknisi.

Jadi jika Anda melihat dari biaya yang dikeluarkan alat mana yang akan Anda pilih?

Suhu Ruangan

Perbedaan antara kipas angin dan AC juga terletak pada kemampuan untuk mendinginkan ruangan. Kipas bekerja dengan menganginkan udara, sedangkan AC bekerja dengan menurunkan suhu ruangan.

Misalnya saat cuaca sedang panas dengan suhu 34 derajat celcius, maka kipas dapat Anda gunakan untuk membantu membuat nyaman di ruangan. Namun kipas tersebut hanya mengalirkan udara dan tidak menurunkan suhu.

Berbeda dengan AC saat Anda mengoperasikannya, maka suhu ruangan tersebut dapat turun menjadi 30 atau 29 derajat celcius. Tentu saja untuk mendinginkan ruangan AC jauh lebih tepat dibandingkan dengan kipas angin.

Proses Pemasangan

Proses pemasangan kipas angin sangat mudah dan tidak memerlukan kemampuan ahli. Berbeda dengan AC yang memerlukan kemampuan ahli untuk pemasangannya karena tidak semua orang dapat memasangnya.

Beberapa jenis AC membutuhkan penempatan yang tepat untuk pembuangan dan ventilasi. Namun beberapa yang lain membutuhkan lubang yang menembus pada dinding.

Gas yang Dihasilkan

Kipas angin tidak menghasilkan gas yang berbahaya karena hanya mengalirkan udara yang ada di sekitar. AC memiliki kemungkinan untuk berbahaya bagi tubuh terlebih untuk AC yang sudah tua. AC juga merupakan penyumbang terbesar terhadap kerusakan lapisan ozon.

Dari empat pertimbangan di atas, manakah yang akan Anda pilih?

Sebenarnya terdapat cara yang efisien dengan menggabungkan kedua alat tersebut. Jika awalnya suhu ruangan 88 derajat Fahrenheit, dan biasanya Anda menurunkan menjadi 74 derajat Fahrenheit, maka Anda dapat menaikkan suhu menjadi 78 derajat Fahrenheit.

Setiap derajat yang Anda naikkan pada termostat, maka akan mengurangi pemakaian energi sebesar empat persen. Walaupun begitu, Anda tetap akan mendapatkan ruangan yang nyaman karena bantuan dari kipas angin.