Selulit Pada Pria: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selulit merupakan kondisi kulit yang bertekstur seperti kulit jeruk atau keju cottage dan dapat dialami oleh pria.
Selulit Pada Pria: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selulit merupakan suatu kondisi kulit yang tampak seperti "kulit jeruk" atau "keju cottage". Walaupun bukanlah masalah medis yang berarti, namun selulit dapat mengganggu penampilan serta menyebabkan masalah psikologis. Jika Anda memiliki selulit Anda perlu mengetahui mengenai penyebab dan cara mengatasi selulit tersebut.[1]

Apa itu Selulit pada Pria?

Selulit merupakan bentuk tampilan kulit berlesung pipi seperti kulit jeruk, keju cottage dan sering terjadi di bagian pinggul, paha, dan bokong. Selulit biasanya terjadi pada wanita, namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada pria.

Pada pria selulit biasanya terjadi di sekitar pinggang dan perut. Dokter menyebut selulit sebagai edematous fibrosclerotic panniculopathy (EFP).[2]

Fakta tentang Selulit

Faktanya, selulit biasa terjadi di bokong dan paha, namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di area lain seperti perut. Fakta lainnya tentang selulit yaitu:[3]

  • Wanita memiliki kemungkinan mengalami selulit sekitar 80 sampai 90 persen.
  • Biasanya selulit dikenal dengan sebutan "kulit jeruk" atau "keju cottage" karena tekstur yang hampir mirip.
  • Ada berbagai macam metode mengatasi selulit, namun sebagian besar metode tersebut memiliki efek yang sementara.
  • Cara ampuh untuk mengurangi timbulnya selulit adalah diet rendah lemak, berhenti merokok, serta gaya hidup yang aktif.

Gejala Selulit pada Pria

Gejala selulit pada pria berbeda-beda dan tergantung dari tingkat keparahan selulit yang dialami. Berikut tiga tingkat keparahan selulit:[3]

  • Tingkat 1: Pada tingkat ini merupakan keadaan selulit yang ringan dengan munculnya tampilan kulit seperti kulit jeruk dengan cekungan superfisial serta tampilan kulit yang kendur.
  • Tingkat 2: Merupakan tingkat sedang dengan kondisi terdapat lima hingga sembilan cekungan yang sedikit dalam, penampilan seperti "keju cottage" serta kulit tampak agak tertutup.
  • Tingkat 3: Merupakan tingkat paling parah dengan kondisi tampilan kulit seperti "kasur" serta memiliki cekungan yang dalam dan kulit sangat tertutup.

Penyebab Terjadi Selulit pada Pria

Penyebab terjadinya selulit sampai saat ini belum diketahui pastinya. Namun para peneliti berasumsi bahwa selulit terjadi akibat interaksi antara jaringan ikat yang ada pada lapisan dermatologis, serta lapisan lemak yang berada di bawahnya.[3]

Pada wanita, kedua jaringan tersebut tersusun secara vertikal. Sedangkan pada pria, kedua jaringan tersebut memiliki struktur yang selang-seling sehingga kemungkinan hal ini yang menyebabkan pria memiliki kemungkinan lebih kecil terkena selulit dibandingkan wanita.[3]

Tekstur kulit seperti "kulit jeruk" tersebut terjadi akibat lapisan lemak yang terakumulasi di bawah kulit sehingga mendorong jaringan ikat ke lapisan otot di bawahnya. Tekstur kulit tersebut akan muncul di titik dimana terjadi adhesi jaringan ikat yang mencegah kulit didorong keluar oleh penumpukan lemak .[4]

Ada beberapa faktor yang diduga terkait dengan keadaan selulit ini. Faktor tersebut adalah:

Hormonal

Hormon memiliki kemungkinan untuk menyebabkan selulit. Beberapa hormon seperti estrogen, insulin, noradrenalin, hormon tiroid, dan prolaktin merupakan hormon yang digunakan dalam produksi selulit.[3]

Usia

Sebuah teori mengatakan bahwa ketika seseorang menopause, maka estrogen yang ada juga menurun, serta aliran darah ke jaringan ikat di bawah kulit juga ikut menurun. Dengan begitu maka sirkulasi aliran darah lebih rendah sehingga mengakibatkan oksigen lebih sedikit di area tersebut dan produksi kolagen menjadi berkurang.

Selain itu, usia juga menyebabkan kulit menjadi kurang elastis, lebih tipis seta cenderung kendur. Hal ini kemungkinan berpengaruh terhadap selulit yang berkembang. [3]

Genetik

Percaya atau tidak, genetik juga berpengaruh terhadap perkembangan selulit. Genetik dapat dikaitkan dengan kecepatan metabolisme seseorang, distribusi lemak di bawah kulit serta tingkat peredaran darah. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan selulit.[3]

Makanan dan Gaya Hidup

Selulit erat kaitannya dengan makanan dan gaya hidup seseorang. Orang yang sering mengonsumsi makanan berlemak, tinggi kabohidrat, serta tinggi gula maka risiko terkena selulit lebih besar dan juga lebih banyak. Ditambah lagi jika orang tersebut merokok dan tidak berolahraga juga memiliki risiko untuk terkena selulit. [3]

Selulit juga dapat terjadi pada orang yang sering menggunakan pakaian dalam yang ketat. Hal ini karena pakaian tersebut dapat membatasi aliran darah, sehingga dapat mengakibatkan selulit. Biasanya hal ini terjadi di bokong.[3]

Cara Mengatasi Selulit

Ada beberapa terapi yang memiliki kemungkinan dapat mengurangi munculnya selulit dengan cara memutus pita jaringan ikat yang ada di bawah permukaan kulit. Terapi tersebut:

Terapi Gelombang Akustik

Terapi ini menggunakan perangkat genggam yang berguna untuk mengirimkan gelombang suara. Terapi ini mungkin berhasil, namun membutuhkan waktu dan perlu beberapa sesi.[3]

Laser

Laser dapat digunakan untuk mengurangi selulit dengan menembakkannya ke bagian tersebut. Sinarnya yang menembak di bagian selulit akan bekerja untuk menghancurkan jaringan ikat. Selain itu, laser juga akan meningkatkan produksi kolagen, sehingga bagian tersebut memiliki kulit yang lebih tebal.

Kulit yang tebal dapat mengurangi timbulnya selulit pada bagian tersebut. Perawatan laser ini dapat memperbaiki tampilan kulit selama satu tahun atau lebih.[3]

Subsisi

Perawatan selanjutnya yaitu dokter meletakkan jarum di bawah kulit yang berguna untuk memutus pita jaringan ikat, maka hasilnya dapat bertahan hingga dua tahun bahkan lebih.[3]

Carboxytherapy

Perawatan ini menggunakan bantuan karbon dioksida yang akan dimasukkan di bawah kulit. Perawatan ini memiliki efek samping seperti memar serta rasa tidak nyaman.[3]

Endermologie

Perawatan selulit satu ini melibatkan pijatan dalam alat seperti vakum dan ditujukan untuk mengangkat kulit.[3]

Methylxanthines

Selulit juga dapat dikurangi dengan bantuan bahan kimia seperti aminofilin, kafein, dan teofilin. Bahan kimia tersebut biasanya terdapat di dalam krim selulit karena memiliki kemampuan untuk memecah simpanan lemak. Namun, metode ini tidak dapat mendorong hilangnya selulit secara signifikan.[2]

Cara Mencegah Timbulnya Selulit

Selulit biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki berat badan berlebih, maka cara yang tepat untuk mencegahnya yaitu dengan memperbaiki pola hidup.

Pola hidup dapat diperbaiki dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan yang lebih sehat. Selain itu, rajin berolahraga sehingga otot-otot yang dimiliki tetap kencang. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik juga penting dengan mengonsumsi lebih banyak air putih dan berhenti merokok.[2]

Referensi:
  1. Charlie Seltzer, MD. Best Cellulite Treatment For Men. Builtlean: 2018.
  2. Melissa Conrad Stoppler, MD & Willian C. Shiel Jr.,MD, FACP, FACR. Cellulit. MedicineNet: 2020.
  3. Peter Crosta & Catherine Hannan, MD. Everything You Need To Know About Cellulite. MedicalNewsToday: 2017.
  4. Warren Rosenberg. Cellulite in Men. Leaf: 2020.