Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis online
Bisnis online (source: pixabay.com)

Holla gais. Piye kabare? Apik-apik wae yo..

Pernah gak sih dengar tentang “Quarter Life Crisis”? Apa sih yang biasanya ditakuti dari Quarter Life Crisis ini? Beberapa pertanyaan yang sering terpikir seperti, bagaimana masa depan kita? Bagaimana cara untuk membuat orang tua bangga? Kapan kita menikah? Gimana caranya agar sejahtera secara finansial? dan tentunya masih banyak lagi. 

Di sini aku mau ngebahas sedikit mengenai kesejahteraan finansial. Menurutku ini adalah salah satu hal yang penting. Kenapa begitu? Tentu saja jawabannya karena kita harus mandiri, tidak mungkin bergantung selamanya dengan orang tua. 

Kesejahteraan finansial dikaitkan dengan pendapatan perbulan dan aset yang sudah kita miliki. Tahukah kamu bahwa pendapatan dengan gaji perbulan itu berbeda? Maksudnya gini, pendapatan perbulan itu dapat berupa gaji dari pekerjaan tetapmu, ataupun upah dari pekerjaan paruh waktu serta pendapatan dari bisnismu. 


Jika gaji tetapmu belum mencukupi pengeluaran bulanan, maka aku sarankan untuk memulai bisnis. Saat ini bisnis yang sedang berkembang adalah bisnis online. Kebanyakan orang-orang memulai usaha mereka secara online karena menghemat pengeluaran, serta didukung dengan kondisi pandemi.

Eits, bisnis online bukan bisnis abal-abal loh ya. Butuh yang namanya perencanaan agar bisnis dapat berkembang. Buat kamu yang tertarik untuk memulai bisnis online, berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar bisnismu berjalan lancar. 

1. Temukan masalah

Kenapa harus masalah? Nah, sebenarnya tahap awal ini sama saja untuk kamu yang mau memulai bisnis online ataupun bisnis konvensional. Masalah maksudnya adalah apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar. 

Kenapa penting untuk mengetahui hal yang dibutuhkan oleh pasar? Hal ini karena suatu produk dibeli oleh konsumen jika dibutuhkan ataupun diinginkan. Perusahaan dapat mengalami kebangkrutan jika produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. 

Intinya begini, dalam benak konsumen saat membeli produk kamu adalah mereka dapat menyelesaikan permasalahannya. Jadi sebelum kamu memulai bisnis, pelajari dahulu apa permasalahan yang ada pada pasar.  

2. Tentukan produk

Setelah kamu menemukan permasalahan, kamu akan menemukan produk apa yang sesuai untuk menjawab permasalahan tersebut. Misalnya saat kamu menemukan masalah bahwa saat pandemi ini orang-orang mengurangi konsumsi karena perekonomian yang tidak stabil. Dampaknya adalah, penjual-penjual makanan kaki lima akan mengurangi porsi jualan mereka. Dengan begitu, akan berpengaruh terhadap pedagang sayuran di pasar dan juga petani. 

Tidak mungkin petani mengurangi hasil panennya pada saat itu, karena sayuran tersebut ditanam sebelum datangnya pandemi. Apa yang bisa kamu tawarkan? 

Kamu dapat menawarkan solusi berupa jasa penyaluran hasil pertanian dari petani kepada masyarakat. Jasa ini dapat kamu rancang sedemikian rupa sehingga menguntungkan untuk petani, pembeli hasil pertanian, serta perusahaanmu. Layanan jasa inilah merupakan produk yang dapat kamu tawarkan kepada pasar. 

3. Tentukan target pasar

Target pasar berguna untuk menunjukkan siapa pembeli potensial untuk produk kamu. Contohnya yaitu produk dari perusahaan kamu adalah baju tie dye yang merupakan baju rumahan, namun tetap bisa digunakan untuk ke luar rumah. Berarti, target pasar kamu adalah perempuan yang membutuhkan baru untuk sehari-harinya. 

Dengan menentukan target pasar ini kamu dapat menentukan strategi-strategi yang terbaik untuk meningkatkan penjualan. 

4. Analisis pesaing

Analisis pesaing ini sangat penting sebelum kamu memulai bisnis online. Analisis ini akan memberikan gambaran mengenai kelebihan mereka, bagaimana cara mereka mendekati konsumen hingga kekurangannya. Dengan informasi-informasi tersebut, kamu dapat merancang produk dan strategi agar dapat bersaing. 

5. Tentukan nama perusahaan, identitas serta nama produk 

Nama perusahaan, identitas serta nama produk sangat penting. Hal ini akan menjadi ciri khas dari bisnis kamu. Pilihlah nama yang unik sebagai nama perusahaan karena akan menjadi branding selamanya. Pelanggan akan mengingat bisnismu melalui nama tersebut, dan akan merekomendasikan ke orang lain dengan nama itu. 

6. Miliki website

Salah satu keuntungan menggunakan website pada bisnis online adalah meningkatkan kredibilitas
Ilustrasi website pada bisnis online (source: pixabay.com)

Saat niat kamu sudah bulat untuk mencoba bisnis online serta sudah merencanakan segalanya, langkah selanjutnya adalah eksekusi! Eksekusi dari bisnis online yaitu memiliki toko online. Toko online ini dapat kamu buat seperti di instagram maupun website

Coba perhatikan kenapa perusahaan-perusahaan besar memiliki website? Apa keuntungan dari memiliki website dalam sebuah usaha? Banyak sekali keuntungan yang dapat dirasakan dengan memiliki website, salah satunya yaitu meningkatkan kredibilitas. 

Berdasarkan dari survei Verisign, sebanyak 56 persen konsumen tidak percaya pada bisnis online yang tidak memiliki website. Apa yang terjadi jika konsumen tidak percaya? Tentu saja mencari alternatif lain. Jika hal ini terus-menerus terjadi, kamu akan kehilangan semakin banyak konsumen. 

7. Berikan layanan terbaik

Setelah produkmu launching, kamu harus bersedia untuk memberikan layanan yang terbaik untuk konsumen. Dengan layanan terbaik ini diharapkan semakin banyak konsumen baru berdatangan dan mempertahankan konsumen lama dengan repeat order

Berikanlah beberapa diskon menarik atau promo produk yang baru launching kepada konsumen, sehingga mereka juga tertarik untuk membeli. 

Itulah hal-hal yang menurutku perlu untuk kamu perhatikan sebelum memulai bisnis online. Jangan sampai bisnismu berhenti di tengah jalan karena kesalahan-kesalahan seperti kurangnya perencanaan. Tetap semangat untuk berbisnis, dan jangan lupa berikan diskon khusus kepadaku ya 😀

6 KOMENTAR

  1. Untuk pebisnis online (atau offline juga mungkin ya?!), menurut saya website itu wajib.. Walaupun mungkin penjualan utamanya ada di marketplace semacam Tokped dan sejenisnya,, tapi dengan adanya landing page website akan lebih meyakinkan calon pembeli karena landing page sebagai portofolio..

  2. pengen gitu punya usaha online yang simple aja minimal, dulu sempet kepengen bikin toko online fashion, karena aku termasuk sering beli baju
    jadi kepikir kenapa nggak dijadiin bisnis aja, tapi belum kelakon sampe sekarang mbak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here